<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Alfiananda&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://alfiananda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alfiananda.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Jul 2011 14:53:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alfiananda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Alfiananda&#039;s Blog</title>
		<link>http://alfiananda.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alfiananda.wordpress.com/osd.xml" title="Alfiananda&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alfiananda.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hikmah Bencana</title>
		<link>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/25/hikmah-bencana/</link>
		<comments>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/25/hikmah-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 01:26:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfiananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dawuh kiai]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfiananda.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Kita tahu di Dunia ini negara yang paling banyak kuantitas warga Islam adalah negara Indonesia yang mencapai lebih dari 196 juta penduduk. Namun mengapa sering kita jumpai dan tahu bahwa bencana di Indonesia tak kunjung mereda namun bahkan cenderung semakin bermunculan.Dalam benak kita mestilah tergelitik mengapa sampai terjadi.Artikel di bawah ini berasal dari majalah Cahaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=297&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tahu di Dunia ini negara yang paling banyak kuantitas warga Islam adalah negara Indonesia yang mencapai lebih dari 196 juta penduduk. Namun mengapa sering kita jumpai dan tahu bahwa bencana di Indonesia tak kunjung mereda namun bahkan cenderung semakin bermunculan.Dalam benak kita mestilah tergelitik mengapa sampai terjadi.Artikel di bawah ini berasal dari majalah <em>Cahaya Sufi</em> edisi agustus 2006 semoga bermanfaat Amin</p>
<p>Pertanyaan anda barangkali juga menjadi kegalauan bagi ummat islam, dengan pertanyaan yang sama.Misteri apa dibalik semua ini?</p>
<p>1.      Allah menguji manusia dengan hal-hal yang buruk dan hal-hal yang baik.Untuk mengukur sejauh mana kesalehan tindakannya di dunia sebagai hamba.dan sekaligus apakah seorang hamba lulus menghadapi ujian-ujian itu. jika ia lulus ia naik derajat dan jika tidak, ia terdegradasi.</p>
<p>2.      Allah menyeleksi para hambaNya dari semua level dan kalangan.Mulai dari paling awam, peling elit ataupun dari kalangan biasa,pejabat, politisi,pengusaha, ustadz, kyai, ulama, dan tukang becak. Nilai derajat itu ditentukan, apakah sang hamba sabar dan <span id="more-297"></span>ridlo atau tidak. Bukan dilihat dari apakah seorang itu semakin sukses dan bangkrut itu bukan ukurannnya.</p>
<p>3.      Allah ingin mepercantik alam ini dan tentu saja memasukkannya dalam salon <em>ruhaniyah</em> melalui bencana itu, agar semesta kelak lebih indah dan menyejukkan iman kita.</p>
<p>4.      Agar kita semua bosan dan jenuh dengan kepalsuan dunia, dan lebih memilih Allah dan RasulNya. Karena kecemburuan Allah pada kita, atas Cinta dan kasihNya yang Agung kita abaikan, dengan perselingkuhan kita pada mahluk, akhirnya Allah membentak kita dengan sesuatu yang keras, agar kita kembali ke pelukan RahmatNya. Bentakan Allah itu diturunkan semata karena saking cinta dan sayangNya kepada kita.</p>
<p>5.      Banyaknya gelombang yang melebihi Tsunami. Suatau badai kekeringan dan kegersangan spiritual, yang menumbuhkan kehausan dan kegersangan jiwa dari ummat islam itu sendiri. Begitu marak bendera-bendera Islam, slogan-slogan takbir, teriakan-teriakan demonstran membela Islam, tetapi hati dan ruh mereka seperti terpanggang di atas sahara kegersangannya. Lalu mereka kehilangan moral sejati akhlaq ruhani, kebeningan hati sebagai ummat, lebih senang bermain-main di kawasan limbah dan kulit kering belaka.</p>
<p>6.      Jika banyak orang miskin yang tak berdosa terkena bencana, sementara koruptor semakin berjaya, ketidakadilan semakin merajalela dan premanisme semakin bergaya, semata karena Allah menyayangi hamba-hambaNya yang miskin, agar tidak terkutuk bersama-sama para penjahat itu,para munafiqin yang mengaku sok Islam tetapi hatinya busuk.</p>
<p>7.      Derajat ummat ditentukan sejauhmana keikhlasanya dalam beribadah,kesabarannya dalam menghadpi cobaa, keridloanny dalam merespon ketentuan dari Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>8.      Allah tidak pernah menzalimi hambaNya tetapi hamban itu sendiri yang menzalimi diri sendiri. Allah tidak pernah marah kecuali karena didahului oleh rasa CintaNya yang Agung. Allah tidak pernah memanipulasi para hambaNya dan tidak peunya kepentingan dengan maksiat atau taatnya hamba.Tetapi, para hamba seringkal memanipulasi Nama-Nama besarNya demi hawa nafsunya, simbol-simbolNya demi kepentingan dan kekuasaan hamba, dan sesunguhnya para hambalah yang butuh Allah ta&#8217;ala</p>
<p>9.      Para hamba Allah dimuka bumi telah kehilangan rasa di khalayak, berapa persen  ummat Islam ini yang masih memegang teguh sifat kehambaannya; Rasa Fakir kepada Allah, Rasa hina didepan Allah, Rasa tak berdaya di hadapanNya, Rasa lemah di depannya? Bukankah mayoritas saat ini malah merasa cukup dan tidak butuh Allah, merasa mulia karena menganggap dirinya lebih islam dan lebih dekat Allah; merasa kuat dan berkuasa dan berkuasa di muka bumi?</p>
<p>10.  Dalam dunia sufi, menghadapi cobaan dengan kesabaran, diperuntukkan kalangan awam. Tetapi bersyukur atas bencana dan cobaan, adalah sikap bagi kalangan khusus. Bersyukur terhadap nikmat adalah sikap kalangan awam, bersabar menghadapi nikmat adalah sikap kalangan khusus.</p>
<p>11.  Jangan dikira, bahwa kejadian-kejadian alam yang hancur itu bukan karena ulah manusia. Akal dan pengetahuan manusia yang terbatas beralibi: Bagaimana bencana terjadi karena ulah manusia? Bukankah ini gejala alam murni?  Bukankah ini semua dapar diprediksi? Bukankah bencana ini karena faktor-faktor evolusi dan seterusnya? Mari kita belajar pada tragedy Nabi Nuh as, ketika putranya Kan’an mengandalkam ilmu pengetahuan dan rasionya, sampai ia tenggelam dalam kekufurannya. Belajar pula pada kaum Luth, ketika ulah mereka menimbulkan bencana bumi yang tragis. Ingatlah pula hadist Nabi saw, mereka tentang Qiyamat, “<em>Bahwa kiamat tak akan terjadi sepanjang masih ada yang berzikir…..”</em></p>
<p>12.  Bila Cahaya menerangi seluruh dunia dan seluruh ummat manusia mengalami pencerahan semua tanpa sisa, dunia pun akan kiamat. Begitu juga sebaliknya, jika kegelapam memenuhi jiwa manusia seluruhnya secara total, dunia juga akan kiamat. Namun, Hadist Nabi memberikan indikasi bahwa fakta kiamat bagi dunia adalah ketika dunia dengan manusianya mencapai kegelapan secara total. Bukan Cahaya Total.</p>
<p>13.  Ibadah, kepatuhan, ketaqwaan, kesalehan, dan kemuhsinan ummat Islam, sangat mempengaruhi perjalanan kosmik semesta, karena manusia adalah sentral dari makhluk Allah, dan sentral manusia adalah qalbunya. Begitu juga sebaliknya, kejahatan, kebejatan, kesombongan dan kealpaan manusia mempengaruhi tatasurya dan jagad semesta. Dalam dunia sufi disebutkan, bahwa aspek lahiriyah fisika itu hanyalah akibat dari batin dan hakikat kita.</p>
<p>14.  Perhitungan metematika, logika dan fisika, hanyalah perhitungan gejala dan tanda. Ada yang lebih <em>neukleus </em>(inti) bahwa perhitungan ruhani menempati posisi sentral dalam gerak-gerik alam semesta ini.</p>
<p>15.  Bagaimana anda melihat bencana? Anda lihat dengan matahati anda sendiri-sendiri: jika anda sedang dalam gairah mencintai Allah dan RasulNya, mata hati akan memandang betapa agungnya Asma dan sifatNya. Jika anda sedang lalai, menuruti keinginan nafsu diri, itulah bentakan-bentakan Ilahi kepada anda. Jika anda dalam kondisi sangat miskin secara duniawi, padahal anda dekat denganNya, itulah cara Allah menyelamatkan diri anda. Jika anda sedang berkecukupan, tetapi harta anda menumpuk bagai sampah du peti kekayaan anda, itulah cara Allah mengingatkan agar anda mengeluarkan kotoran-kotoran harta anda. Jika anda sedang bercahaya bersamaNya; itulah cara Allah menampakkan  kemahasucianNya, dan caraNya memperdengarkan tasbihnya alam kepada anda.</p>
<p>16.  Lihatlah dengan matahati pula, dibalik yang tampak di semesta ini, maka disanalah matahati menyaksikan Allah, dibalik, dibawah, di atas, sebelum, sesudah alam semesta ini. Jika tak mampu demikian, sesungguhnya matahati anda sedang kabur dari Cahaya Allah,karena tertutupi oleh mendung-mendung duniawi dan nafsu anda, dari Cahaya ma’rifat kepadaNya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br /> Tagged: <a href='http://alfiananda.wordpress.com/tag/nu/'>NU</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfiananda.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfiananda.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfiananda.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfiananda.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfiananda.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfiananda.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfiananda.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfiananda.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfiananda.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfiananda.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfiananda.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfiananda.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfiananda.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfiananda.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=297&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/25/hikmah-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/168ae43c4ae0597d3d3a3897fbdd544f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfiananda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Surya</title>
		<link>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/20/sajak-surya/</link>
		<comments>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/20/sajak-surya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 05:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfiananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfiananda.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Sajak surya kelakar Tulisan hitam dari sarang gersang Biduk berlayar menanti kabar Aku menikmati Rindu Kabar surya bagaimana Hilang Menantikan usaha ini rasa romantis Berjalan dengan rindu kutapak, jalan perlahan asal nampak kuseret maupun kupaksa laju seumur-umur Biduk ini tak lagi bergerak MALANG, 24 OKTOBER 2010<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=290&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Sajak surya kelakar</p>
<p>Tulisan hitam dari sarang gersang</p>
<p>Biduk berlayar menanti kabar</p>
<p>Aku menikmati Rindu</p>
<p>Kabar surya bagaimana Hilang</p>
<p>Menantikan usaha ini rasa romantis</p>
<p>Berjalan dengan rindu</p>
<p>kutapak, jalan perlahan asal nampak</p>
<p>kuseret maupun kupaksa laju seumur-umur</p>
<p>Biduk ini tak lagi bergerak</p>
<p><strong>MALANG, 24 OKTOBER 2010</strong></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfiananda.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfiananda.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfiananda.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfiananda.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfiananda.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfiananda.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfiananda.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfiananda.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfiananda.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfiananda.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfiananda.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfiananda.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfiananda.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfiananda.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=290&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/20/sajak-surya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/168ae43c4ae0597d3d3a3897fbdd544f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfiananda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita dan Cita-Cita</title>
		<link>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/19/kita-dan-cita-cita/</link>
		<comments>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/19/kita-dan-cita-cita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 07:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfiananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfiananda.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Tentunya tak asing ditelinga kita tentang cita-cita suatu harapan tentang kesuksesan ataupun keberhasilan, yang mulanya juga mungkin tak lebih dari suatu pandangan akan bayang bayang hidup yang serba nikmat ataupun penuh dengan suka cita. Tentulah itu hanya mula dari pandangan kala kita masih sering &#8220;dikudang&#8221; oleh nenek atau kakek kita masa lampau. Namun seiring proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=284&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Tentunya tak asing ditelinga kita tentang cita-cita suatu harapan  tentang kesuksesan ataupun keberhasilan, yang mulanya juga mungkin tak  lebih dari suatu pandangan akan bayang bayang hidup yang serba nikmat  ataupun penuh dengan suka cita. Tentulah itu hanya mula dari pandangan  kala kita masih sering &#8220;dikudang&#8221; oleh nenek atau kakek kita masa  lampau. Namun seiring proses pembelajaran dewasa yang kita alami dari  tempat, komunitas dan waktu yang berbeda tentunya menempa kita agar  berpikir ulang tentang Cita-cita yang telah kita rencanakan lampu. Mungkin akan berubah ataupun akan menjadi lebih kuat cita-cita tersebut  tergantung kita bagaimana kita menyikapi proses tersebut. seperti suatu  ungkapan &#8220;kejarlah cita-citamu setinggi mungkin&#8221; yang merupakan mantra  kalangan umum untuk tak pernah menyerah dalam mengejarnya.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">Entah dalam usaha maupun motivasi agar menjadi nyata.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-284"></span>Dalam  berbagai hal yang telah kita ketahui dalam kenyataan tersebut haruslah  dibarengi dengan rasa suyukur, mental dan pengetahuan tentang potensi  diri. Agar dalam menyikapi berbagai kenyataan yang tak sesuai kita dapat  berpikir ulang dan dapat menentukan arah yang mungkin lebih baik lagi  kedepannya. Seperti rasa syukur dalam hidup yang tak pernah kita tengok  dalam kenyataannya, bila kita harus membelanjakan uang tolak ukur kita  adalah orang sekitar kita. Yang pasti banyak dalam keadaan di bawah  garis mampu dalam ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anggap  saja makan sehari dengan dua kali saja sudah lumayan. Atau contoh  nyata ya adalah para DPR yang secara jelas hambur-hambur uang dan yang  lebih kasar adalah serakah jabatan. Maka haruslah kita merenungkan  pantaskah kita dengan bangga dapat membelanjakan uang semau kita.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">Mental  adalah semacam bahan bakar agar kita dapat bangkit dalam keterpurukan  ataupun kegagalan yang berulang kali menimpa kita. Kita mengenal dalam  Islam bahwa tak pantas kita seorang muslim menyerah dalam kegagalan,  yang efeknya pastilah dapat kita lihat mulai dari dengki, iri dan lain  hal. kita pantas tengok Sejarah yang menuliskan bahwa tokoh-tokoh dunia  yang sangat berpengaruh dalam berbagai hal dimulai dari kegagalan  terlebih dahulu seperti Einstein yang tak lulus ujian sekolah dalam mata  pelajaran bahasa dan budaya ternyata dalam kedepannya menjadi ilmuwan  dunia. Thomas Alva edison seorang dengan hak paten yang mengagumkan  telah gagal dalam 10083 kali sebelum berhasil apakah peran Mental tak  ada dalam hal tersebut? dan hal simple lain yang sering saya dan kawan  pecinta alam adalah mendaki gunung. Tentunya bukan fisik dan ilmu yang  mumpuni tetapi niat dan kemauan yang baja adalah <strong>MENTAL </strong>ksatria  yang saat ini sungguh kita butuhkan untuk Indonesia kini. Seperti  Soekarno &#8220;Jatuh bangkit lagi, jatuh bangkit lagi&#8221; adalah semboyan yang  perlu kita miliki.</p>
<p style="text-align:left;">Setelah dalam hal lain kita terus berusaha  wajiblah kita instropeksi diri akan sebab musabab. Banyak contoh dalam  kehidupan yang tentunya patut kita cermati akan potensi diri yang sering  kita abaikan karena sibuk dalan suatu pengejaran yang tak kunjung usai.  Logika sederhana mengatakan &#8221; Anak macan biarlah menjadi macan dan  pasti besar menjadi macan bukan sepeti macan bersayap atau bertanduk&#8221;.  Tak berdosa bila kita sedikit mengakui dan berani merubah cita-cita bila  dirasa memang tak sesuai dengan hati dan pikiran.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">Tentu  berangkat dari semua itu haruslah kita kita dasari semua itu pada tujuan  yang baik dan mulya. Karena kita percaya hidup ini konon hanya sekali  dan tak taulah apa yang akan terjadi kemudian. Maka secara nilai  ketimuran kita haruslah berbuat manfaat bagi sesama hidup, hablum  minannas yang secara mendasar menyuruh kita berbuat kebajikan agar  seimbang lahir batin. Bolehlah kita dan cita-cita kita mengejar materi  setinggi langit dan kenikmatan tak terbatas, janganlah lupa berbuat agar  materi dan kenikmatan kita dapat kita pergunakan dan tularkan pada  orang lain yang lebih membutuhkan agar secara manusiawi kita berbuat  bernilai untuk hidup, tak melulu rakus dan ingin nikmat dan enak sendiri  kala orang lain menderita. Etika kita sebagai manusia yang mengaku  beragama tentulah mengajarkan kasih sayang dan cinta universal bukan  golongan partai, warna kulit dan yang lebih parah bagi yang seiman saja.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">Untuk  kita renungkan dalam proses hidup dalam mengejar cita-cita apakah hanya  untuk kita saja nikmat hidup itu, keberhasilan yang kita banggakan,  kepintaran dan kesempatan kita sebagai kaum akademis yang beruntung.  Kawan  paham kita dan cita-cita haruslah menancap dan mulai kita  mantabkan agar menjadi Insan Kamil yang sempurna Bermanfaat. Indonesia  butuh kita segera !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfiananda.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfiananda.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfiananda.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfiananda.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfiananda.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfiananda.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfiananda.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfiananda.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfiananda.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfiananda.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfiananda.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfiananda.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfiananda.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfiananda.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=284&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/19/kita-dan-cita-cita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/168ae43c4ae0597d3d3a3897fbdd544f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfiananda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Semua</title>
		<link>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/19/untuk-semua/</link>
		<comments>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/19/untuk-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 07:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfiananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfiananda.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Maaf untuk beberapa waktu yang lalu sempat vakum pada aktivitas blog yang ada ini, dikarenakan sedang adaptasi dengan perkuliahan maklum baru masuk semester dua bang, hehehe. Untuk kali ini dengan semangat dan tujuan yang baru saya akan memperbaiki dan merawat lagi blog saya ini. Untuk kembali aktif memang membutuhkan niat dan keratifitas maka dari itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=281&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf untuk beberapa waktu yang lalu sempat vakum pada aktivitas blog yang ada ini, dikarenakan sedang adaptasi dengan perkuliahan maklum baru masuk semester dua bang, hehehe. Untuk kali ini dengan semangat dan tujuan yang baru saya akan memperbaiki dan merawat lagi blog saya ini. Untuk kembali aktif memang membutuhkan niat dan keratifitas maka dari itu silahkan mungkin bila saudara-saudara memiliki saran dan kritik bagi saya untuk mengaktifkan kembali blog saya ini.</p>
<p>Untuk beberapa pertanyaan yang belum saya jawab mohon maaf. Dalam blog ini juga telah terdapat juga blog-blog yang berkaitan dengan begitu silahkan mungkin jawabannya bisa anda cari pada blog-blog tersebut. Untuk pembaca yang budiman bisa koment untuk saran dan kritik di postingan ini, untuk kurang lebihnya salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfiananda.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfiananda.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfiananda.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfiananda.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfiananda.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfiananda.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfiananda.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfiananda.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfiananda.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfiananda.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfiananda.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfiananda.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfiananda.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfiananda.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=281&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfiananda.wordpress.com/2011/01/19/untuk-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/168ae43c4ae0597d3d3a3897fbdd544f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfiananda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KH BISYRI MUSTHOFA</title>
		<link>http://alfiananda.wordpress.com/2010/08/21/kh-bisyri-musthofa/</link>
		<comments>http://alfiananda.wordpress.com/2010/08/21/kh-bisyri-musthofa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 02:46:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfiananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfiananda.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[KH. Bisri Musthofa dilahirkan di desa Pesawahan, Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 1915 dengan nama asli Masyhadi. Nama Bisri ia pilih sendiri sepulang dari menunaikan ibadha haji di kota suci Mekah. Beliau adalah putra pertama dari empat bersaudara pasangan H. Zaenal Musthofa dengan isteri keduanya yang bernama Hj. Khatijah. Tidak diketahui jelas silsilah kedua orangtua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=275&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KH. Bisri Musthofa dilahirkan di desa Pesawahan, Rembang, Jawa Tengah,  pada tahun 1915 dengan nama asli Masyhadi. Nama Bisri ia pilih sendiri  sepulang dari menunaikan ibadha haji di kota suci Mekah. Beliau adalah  putra pertama dari empat bersaudara pasangan H. Zaenal Musthofa dengan  isteri keduanya yang bernama Hj. Khatijah. Tidak diketahui jelas  silsilah kedua orangtua KH. Bisri Musthofa ini, kecuali catatan KH.  Bisri Musthofa yang menyatakan bahwa kedua orangtuanya tersebut  sama-sama cucu dari Mbah Syuro, seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai  tokoh kharismatik di Kecamatan Sarang. Namun, sayang sekali, mengenai  Mbah Syuro ini pun tidak ada informasi yang pasti dari mana asal usulnya  (KH. Bisri Musthofa: 1977, 1).</p>
<p>Di usianya yang keduapuluh, KH.  Bisri Musthofa dinikahkan oleh gurunya yang bernama Kiai Cholil dari  Kasingan (tetangga desa Pesawahan) dengan seorang gadis bernama Ma’rufah  (saat itu usianya 10 tahun), yang tidak lain adalah puteri Kiai Cholil  sendiri. Belakangan diketahui, inilah alasan Kiai Cholil tidak  memberikan izin kepada KH. Bisri Musthofa untuk melanjutkan studi ke  pesantren Termas yang waktu itu diasuh oleh K. Dimyati. Dari  perkawinannya inilah, KH. Bisri Musthofa dianugerahi delapan anak, yaitu  Cholil, Musthofa, Adieb, Faridah, Najihah, Labib, Nihayah dan Atikah.  Cholil (KH. Cholil Bisri) dan Musthofa (KH. Musthofa Bisri) merupakan  dua putera KH. Bisri Musthofa yang saat ini paling dikenal masyarakat  sebagai penerus kepemimpinan pesantren yang dimilikinya. KH. Bisri  Musthofa wafat pada tanggal 16 Februari 1977 (KH. Bisri Musthofa: 1977,  15).</p>
<p>Pendidikan<br />
KH. Bisri Musthofa  lahir dalam lingkungan pesantren, karena memang ayahnya seorang kiai.  Sejak umur tujuh tahun, beliau belajar di sekolah Jawa “Angka Loro” di  Rembang. Di sekolah ini, KH. Bisri Musthofa tidak sampai selesai karena  ketika hampir naik kelas dua beliau terpaksa meninggalkan sekolah,  tepatnya diajak oleh orangtuanya menunaikan ibadah haji di Mekah.  Rupanya, inilah masa di mana beliau harus merasakan kesedihan mendalam  karena dalam perjalanan pulang di pelabuhan Jedah, ayahnya yang tercinta  wafat setelah sebelumnya menderita sakit di sepanjang pelaksanaan  ibadah haji (KH. Saifuddin Zuhri : 1983, 24).</p>
<p>Sepulang dari tanah  suci, KH. Bisri Musthofa sekolah di Holland Indische School (HIS) di  Rembang. Tak lama kemudian ia dipaksa keluar oleh Kiai Cholil (guru di  pondok dan belakangan jadi mertua) dengan alasan sekolah tersebut milik  Belanda dan kembali lagi ke sekolah “Angka Loro” sampai mendapatkan  serifikat dengan masa pendidikan empat tahun. Pada usia 10 tahun  (tepatnya pada tahun 1925), KH. Bisri Musthofa melanjutkan pendidikannya  ke pesantren Kajen, Rembang. Pada tahun 1930, KH. Bisri Musthofa  belajar di pesantren Kasingan pimpinan Kiai Cholil (KH. Bisri Musthofa:  1977, 8-9).</p>
<p>Setahun setelah dinikahkan oleh Kiai Cholil dengan  putrinya yang bernama Marfu’ah itu, KH. Bisri Musthofa berangkat lagi ke  Mekah untuk menunaikan ibadah haji bersama-sama dengan beberapa anggota  keluarga dari Rembang. Namun, seusai haji, KH. Bisri Musthofa tidak  pulang ke tanah air, melainkan memilih bermukim di Mekah dengan tujuan  menuntut ilmu di sana.</p>
<p>Di Mekah, pendidikan yang dijalani KH.  Bisri Musthofa bersifat non-formal. Beliau belajar dari satu guru ke  guru lain secara langsung dan privat. Di antara guru-guru beliau  terdapat ulama-ulama asal Indonesia yang telah lama mukim di Mekah.  Secara keseluruhan, guru-guru beliau di Mekah adalah: (1) Syeikh Baqir,  asal Yogyakarta. Kepada beliau, KH. Bisri Musthofa belajar kitab Lubbil  Ushul, ‘Umdatul Abrar, Tafsir al-Kasysyaf; (2) Syeikh Umar Hamdan  al-Maghriby. Kepada beliau, KH. Bisri Musthofa belajar kitab hadits  Shahih Bukhari dan Muslim; (3) Syeikh Ali Maliki. Kepada beliau, KH.  Bisri Musthofa belajar kitab al-Asybah wa al-Nadha’ir dan al-Aqwaal  al-Sunnan al-Sittah; (4) Sayid Amin. Kepada beliau, KH. Bisri Musthofa  belajar kitab Ibnu ‘Aqil; (5) Syeikh Hassan Massath. Kepada beliau, KH.  Bisri Musthofa belajar kitab Minhaj Dzawin Nadhar; (6) Sayid Alwi.  Kepada beliau, KH. Bisri Musthofa belajar tafsir al-Qur’an al-Jalalain;  (7) KH. Abdullah Muhaimin. Kepada beliau, KH. Bisri Musthofa belajar  kitab Jam’ul Jawami’ (KH. Bisri Musthofa: 1977, 18).</p>
<p>Dua tahun  lebih KH. Bisri Musthofa menuntut ilmu di Mekah. KH. Bisri Musthofa  pulang ke Kasingan tepatnya pada tahun 1938 atas permintaan mertuanya.</p>
<p>Setahun  kemudian, mertuanya (Kiai Kholil) meninggal dunia. Sejak itulah KH.  Bisri Mustofa menggantikan posisi guru dan mertuanya itu sebagai  pemimpin pesantren.</p>
<p>Dalam mengajar para santrinya, beliau  melanjutkan sistem yang dipergunakan kiai-kiai sebelumnya yaitu  menggunakan sistem balah (bagian) menurut bidangnya masing-masing.  Beberapa kitab yang diajarkan langsung kepada para santrinya adalah  Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Alfiyah Ibn Malik, Fath al-Mu’in, Jam’ul  Jawami’, Tafsir al-Qur’an, Jurumiyah, Matan ‘Imrithi, Nadham Maqshud,  ‘Uqudil Juman, dan lain-lain.</p>
<p>Di samping kegiatan mengajar di  pesantren, beliau juga aktif pula mengisi ceramah-ceramah (pengajian)  keagamaan. Penampilannya di atas mimbar amat mempesona para hadirin yang  ikut mendengarkan ceramahnya sehingga beliau sering diundang untuk  mengisi ceramah dalam berbagai kesempatan di luar daerah Rembang,  seperti Kudus, Demak, Lasem, Kendal, Pati, Pekalongan, Blora dan  daerah-daerah lain di Jawa tengah.</p>
<p>KH. Bisri Musthofa memiliki  banyak murid. Di antara murid-muridnya yang menonjol adalah KH.  Saefullah (pengasuh sebuah pesantren di Cilacap Jawa Tengah), KH.  Muhammad Anshari (Surabaya), KH. Wildan Abdul Hamid (pengasuh sebuah  pesantren di Kendal), KH. Basrul Khafi, KH. Jauhar, Drs. Umar Faruq SH,  Drs. Ali Anwar (Dosen IAIN Jakarta), Drs. Fathul Qorib (Dosen IAIN  Medan), H. Rayani (Pengasuh Pesantren al-Falah Bogor), dan lain-lain.</p>
<p>Karya-Karya<br />
Jumlah tulisan-tulisan  beliau yang ditinggalkan mencapai lebih kurang 54 buah judul, meliputi:  tafsir, hadits, aqidah, fiqh, sejarah nabi, balaghah, nahwu, sharf,  kisah-kisah, syi’iran, do’a, tuntunan modin, naskah sandiwara,  khutbah-khutbah, dan lain-lain. Karya-karya tersebut dicetak oleh  beberapa perusahaan percetakan yang biasa mencetak buku-buku pelajaran  santri atau kitab kuning, di antaranya percetakan Salim Nabhan Surabaya,  Progressif Surabaya, Toha Putera Semarang, Raja Murah Pekalongan,  Al-Ma’arif Bandung dan yang terbanyak dicetak oleh Percetakan Menara  Kudus. Karyanya yang paling monumental adalah Tafsir al-Ibriz (3 jilid),  di samping kitab Sulamul Afham (4 jilid).</p>
<p>Karya-karya KH. Bisri  Musthofa jika diklasifikasikan berdasarkan bidang keilmuan adalah  sebagai berikut:</p>
<p>A.    Bidang Tafsir<br />
Selain tafsir al-Ibriz,  KH. Bisri Musthofa juga menyusun kitab Tafisr Surat Yasin. Tafsir ini  bersifat sangat singkat dapat digunakan para santri serta para da’I di  pedasaan. Termasuk karya beliau dalam bidang tafsir ini adalah kitab  al-Iksier yang berarti “Pengantar Ilmu Tafsir” ditulis sengaja untuk  para santri yang sedang mempelajari ilmu tafsir.</p>
<p>B.  Hadits<br />
1.   Sulamul Afham, terdiri atas 4 jidil, berupa terjamah dan penjelasan.  Di dalamnya memuat hadits-hadits hukum syara’ secara lengkap dengan  keterangan yang sederhana.<br />
2.  al-Azwad al-Musthofawiyah, berisi  tafsiran Hadits Arba’in an-Nawaiy untuk para santri pada tingkatan  Tsanawiyah.<br />
3.  al-Mandhomatul Baiquny, berisi ilmu Musthalah  al-Hadits yang berbentuk nadham yang diberi nama.</p>
<p>C.  Aqidah<br />
1.   Rawihatul Aqwam<br />
2.  Durarul Bayan<br />
Keduanya merupakan karya  terjemahan kitab tauhid/aqidah yang dipelajari oleh para santri pada  tingkat pemula (dasar) dan berisi aliran Ahlussunnah wal Jama’ah.  Karyanya di bidang aqidah ini terutama ditujukan untuk pendidikan tauhid  bagi orang yang sedang belajar pad atingkat pemula.</p>
<p>D.  Syari’ah<br />
1.   Sullamul Afham li Ma’rifati al-Adillatil Ahkam fi Bulughil Maram.<br />
2.   Qawa’id Bahiyah, Tuntunan Shalat dan Manasik Haji.<br />
3.  Islam dan  Shalat.</p>
<p>E.  Akhlak/Tasawuf<br />
1.  Washaya al-Abaa’ lil Abna<br />
2.   Syi’ir Ngudi Susilo<br />
3.  Mitra Sejati<br />
4. Qashidah al-Ta’liqatul  Mufidah (syarah dari Qashidah al-Munfarijah karya Syeikh Yusuf  al-Tauziri dari Tunisia)</p>
<p>F. Ilmu Bahasa Arab<br />
1. Jurumiyah<br />
2.  Nadham ‘Imrithi<br />
3. Alfiyah ibn Malik<br />
4. Nadham al-Maqshud.<br />
5.  Syarah Jauhar Maknun</p>
<p>G. Ilmu Mantiq/Logika<br />
Tarjamah Sullamul  Munawwaraq, memuat dasar-dasar berpikir yang sekarang lebih dikenal  dengan ilmu Mantiq atau logika. Isinya sangat sederhana tetapi sangat  jelas dan praktis. Mudah dipahami, banyak contoh-contoh yang dapat  ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>H. Sejarah<br />
1.  An-Nibrasy<br />
2. Tarikhul Anbiya<br />
3. Tarikhul Awliya.</p>
<p>I.     Bidang-bidang Lain<br />
Buku tuntunan bagi para modin berjudul Imamuddien,  bukunya Tiryaqul Aghyar merupakan terjemahan dari Qashidah Burdatul  Mukhtar. Kitab kumpulan do’a yang berhubungan dengan kehidupan  sehari-hari berjudul al-Haqibah (dua jilid). Buku kumpulan khutbah  al-Idhamatul Jumu’iyyah (enam jilid), Islam dan Keluarga Berencana, buku  cerita humor Kasykul (tiga jilid), Syi’ir-syi’ir, Naskah Sandiwara,  Metode Berpidato, dan lain-lain.</p>
<p>Pemikiran<br />
Tidak  dapat dipungkiri, di dalam lingkungan kaum muslimin ada dua  kecenderungan, yaitu kelompok tekstual-skripturalistik dan kelompok  rasional. Kelompok tekstualis selalu menjadikan ayat al-Qur’an dan  Hadits apa adanya sebagai dasar argumen, berpikir, dan bersikap.  Sementara kelompok rasionalis selalu memberikan interpretasi rasional  terhadap teks-teks keagamaan berdasarkan kemampuan akalnya.</p>
<p>KH.  Bisri Musthofa tidak termasuk di antara kedua kelompok di atas. KH.  Bisri Musthofa lebih cenderung berada di tengah-tengah antara  tekstual-skripturalis dan rasionalis. Sebagaimana terlihat jelas dalam  kitab tafsirnya, al-Ibruz, KH. Bisri Musthofa selalu memberikan tafsiran  terhadap ayat-ayat mutasyabihat dengan mengambil beberapa pendapat para  mufassir disertai dengan argumen-argumen yang beliau berikan sendiri.  Dalam kitab tafsirnya itu tidak sedikit ditemukan uraian-uraian yang  menyangkut ilmu sosial, logika, ilmu pengetahuan alam dan sebagainya.</p>
<p>Di  bidang akhlak, KH. Bisri Musthofa termasuk orang yang sangat  memprihatinkan kondisi kemorosotan moral generasi muda. Lewat  karya-karyanya di bidang akhlak itulah KH. Bisri Musthofa menyampaikan  nasihat-nasihatnya kepada generasi muda. Dalam kitab berbahasa Jawa  Washoya Abaa li al-Abna, misalnya, beliau memberikan tuntunan-tuntunan  seperti sikap taat dan patuh kepada orangtua, kerapihan, kebersihan,  kesehatan, hidup hemat, larangan menyiksa binatang, bercita-cita luhur  dan nasihat-nasihat baik lainnya. Sementara dalam karya yang berbentuk  syair Jawa, yaitu kitab Ngudi Susila dan Mitra Sejati, KH. Bisri  Musthofa menekankan sikap humanisme, kemandirian, rajin menuntut ilmu  dan lain-lain.</p>
<p>Sedangkan pemikiran KH. Bisri Musthofa dalam  bidang fiqh terlihat dalam pemikirannya mengenai Keluarga Berencana  (KB). Menurutnya, manusia dalam berkeluarga diperbolehkan berikhtiar  merencanakan masa depan keluarganya sesuai dengan kemampuan yang ada  pada dirinya. Dalam pandangan KH. Bisri Musthofa, Keluarga Berencana  diperbolehkan bila disertai dengan alasan yang pokok, yaitu untuk  menjaga kesehatan ibu dan anak, dan meningkatkan pendidikan sang anak.</p>
<p>Wafat</p>
<p>Sebuah berita interlokal dari Drs. M. Zamroni di Semarang, mengabarkan  bahwa KH Bisyri Musthofa wafat di Rumah Sakit Umum Daerah Semarang.  Serangan jantung dan tekanan darah tinggi ditambah gangguan pada  paru-paru yang menyebabkan proses kematiannya begitu cepat, hanya tiga  hari saja. Musibah itu terjadi dua minngu setelah meninggalnya KH  Muhammad Dahlan, mantan Menteri Agama. Keduanya adalah  ulama besar,  keduanya tenaga-tenaga penting dalam perjuangan. Kepergiannya adalah  suatu kehilangan amat besar. Yang patah memang bisa tumbuh, yang hilang  dapat terganti. Tetapi, penggati itu bukan lagi Bisyri Musthofa…..!</p>
<p>Seminggu sebelumnya, di Jakarta, Bisri menyelesaikan kebarangkatan  puteranya ke Arab Saudi, melanjutkan sekolah ke Riyadh. Menyelesaikan  pula beberapa urusan dengan Majelis Syuro Partai Persatuan. Pulang dari  Jakarta terus ke Jombang untuk suatu urusan dengan Rois ‘Aam KH Bisyri  Syansuri. Sebenarnya telah terasa juga bahwa kesehatannya mulai  terganggu, namun dipaksakan juga untuk mengajar para santri dalam pondok  pesantren yang dipimpinnya di Rembang.</p>
<p>Selain itu, Bisri masih juga dipaksakan untuk menghadiri harlah partai,  karena tak sampai hati menolak undangan mereka. Selesai menghadiri  harlah partai, Bisri benar-benar tak sanggup lagi untuk menghadiri  beberapa undangan yang memang padat direncanakannya sebelumnya.</p>
<p>KH Bisyri Musthofa memerintahkan puteranya untuk memanggil dokter, suatu  hal yang dirasakan agak luar biasa karena beliau memang tidak biasa  datang kepada dokter. Tekanan darahnya amat tinggi, keletihannya yang  menumpuk menyebabkan timbulnya komplikasinya demikian berat hingga  jantung dan paru-parunya tidak normal lagi. Kesanggupan tim dokter telah  sampai di batas kemampuan mereka sebagai manusia sekalipun mereka  bekerja keras. Allah SWT Maha Berkehendak lagi Maha Kuasa. Hari Rabu 16  Pebruari menjelang waktu ‘Ashar, KH Bisyri Musthofa 64 tahun, dipanggil  keharibaanNya dalam <em>husnul khatimah. Inna lillaahi wa innaa ilaihi  raji’un!</p>
<p><strong>Disembahyangi lebih dari duapuluh gelombang<br />
</strong></em>Pak Idham Chalid Presiden Partai Persatuan dan Ketua Umum  PBNU menugaskan saya untuk mewakili  DPP dan PBNU menghadiri pemakaman  KH Bisyri Musthofa di Rembang esok harinya. Rembang kota di mana Ibu RA  Kartini disemayamkan 73 tahun yang lampau, diliputi suasana mendung,  kelabu hujan air mata. Puluhan ribu rakyat Jawa Tengah dan Jawa Timur  membanjiri bekas ibu kota keresidenan itu dengan wajah-wajah murung  menahan duka dan kesabaran. Tanggul kesabaran itu tiba-tiba jebol begitu  pekikan ratap tangis para santri menyambut kedatangan mobil jenazah  guru dan pemimpin mereka yang amat tercinta.</p>
<p>Musholla di tengah pesantren itu tidak mungkin bisa menanpung begitu  banyak Umat Islam yang hendak menyembahyangkan almaghfurlah satu  gelombang, dua gelombang, tiga gelombang dan seterusnya hingga lebih  dari duapuluh gelombang jama’ah menyembahyangkan jenazah KH Bisyri  Musthafa. Sejauh 1 km dari rumah kediaman menuju makam, jenazah itu  dibiarkan diusung ribuan tangan tanpa bandosa tertutup, Ummat  seolah-olah hendak meyakinkan kepada dirinya bahwa jasad yang membujur  dalam kain kafan itu adalah benar-benar KH Bisyri Musthofa, seorang  mubaligh yang jika diatas podium, kata-kata mutiaranya itu mengikat  ratusan ribu hadirin hadirat menjadi satu, bukan lagi ratusan ribu  manusia, tetapi Cuma satu. Satu dalam asas, satu dalam akidah, dan satu  dalam tujuan.</p>
<p>Berpuluh-puluh ulama terkemuka, diantaranya KH Arwani dari Kudus, KH Ali  Ma’sum dari Yogyakarta, KH Alwi dari Magelang, KH Muntaha dari  Wonosobo, KH Sulaiman dari Purworejo, KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal,  KH Muslih dari Mranggen Semarang, dan masih banyak lagi yang memimpin  doa, Surat Yasin dan Tahlil yang diikuti oleh berpuluh-puluh ribu umat  sepanjang jalan hingga ke makam (kuburan).</p>
<p>Gubernur Jawa Tengah Suparjo Rustam melepas jenazah dari Semarang,  adapun Muspida setempat mewakili pemerintah daerah dalam upacara  pemakaman. Tak satupun ulama yang sanggup menyelesaikan pidato  sambutannya karena rasa haru yang mencekam menahan musibah dalam  kesabaran.</p>
<p>sumber :</p>
<p>www.nu.or.id</p>
<p>ahmarembang.blogspot.com</p>
<br /> Tagged: <a href='http://alfiananda.wordpress.com/tag/tokoh/'>Tokoh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfiananda.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfiananda.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfiananda.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfiananda.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfiananda.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfiananda.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfiananda.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfiananda.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfiananda.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfiananda.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfiananda.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfiananda.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfiananda.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfiananda.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=275&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfiananda.wordpress.com/2010/08/21/kh-bisyri-musthofa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/168ae43c4ae0597d3d3a3897fbdd544f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfiananda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jam&#8217;iyyah  Ahlith Thoriqoh Al-Mu&#8217;tabarah An-Nahdliyyah</title>
		<link>http://alfiananda.wordpress.com/2010/08/21/jamiyyah-ahlith-thoriqoh-al-mutabarah-an-nahdliyyah/</link>
		<comments>http://alfiananda.wordpress.com/2010/08/21/jamiyyah-ahlith-thoriqoh-al-mutabarah-an-nahdliyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 02:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfiananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[TAREKAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfiananda.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[JAM’IYYAH AHLITH THARIQAH AL MU’TABARAH AN NAHDLYYAH Disusun oleh: KH M. Lailatul Qodri al-Lampuni* Profil Organisasi keagamaan ini bernama Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyyah yang merupakan satu-satunya wadah bagi para pengamal ajaran Thoriqoh yang menjadi badan Otonom Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Adalah Jam’iyyah Diniyyah yang berazaskan Islam Ala Ahlussunah wal Jama’ah dengan menganut salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=262&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alfiananda.files.wordpress.com/2010/07/logo.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-263" title="logo" src="http://alfiananda.files.wordpress.com/2010/07/logo.jpg?w=470" alt=""   /></a></p>
<p><strong>JAM’IYYAH </strong></p>
<p><strong>AHLITH THARIQAH AL MU’TABARAH AN NAHDLYYAH</strong></p>
<p><em>Disusun oleh: KH M. Lailatul Qodri al-Lampuni*</em></p>
<p><strong>Profil </strong></p>
<p>Organisasi keagamaan ini bernama Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al  Mu’tabarah An Nahdliyyah yang merupakan satu-satunya wadah bagi para  pengamal ajaran Thoriqoh yang menjadi badan Otonom Jam’iyah Nahdlatul  Ulama.</p>
<p>Adalah Jam’iyyah Diniyyah yang berazaskan Islam Ala Ahlussunah wal  Jama’ah dengan menganut salah satu dari madzhab 4 : Hanafi, Maliki,  Syafi’i dan Hambali dalam bidang fiqih; menganut ajaran Al Asy’ariyah  dan Al Maturidiyah dalam bidang aqidah dan menganut faham Al Khusyairi,  Hasan Al Basri, Juned Al Baghdadi dan Al Ghazali dan sesamanya dalam  bidang Tasawuf/Thoriqoh</p>
<p>Didirikan pada tanggal 20 Robi’ul Awwal 1377 H. bertepatan tanggal 10  Oktober 1957 M. di Ponpes Tegalrejo Magelang Jawa Tengah, disahkan oleh  Muktamar NAHDLATUL ULAMA XXVI di Semarang bulan Rajab 1399 H.  bertepatan bulan Juni 1979 M.</p>
<p>Tokoh Pendiri</p>
<p>1. KH. Abdul Wahab Hasbullah</p>
<p>2. KH. Bisri Syamsuri</p>
<p>3. KH. Dr. Idham Cholid</p>
<p>4. KH. Masykur</p>
<p>5. KH. Muslih</p>
<p>Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyyah berkedudukan di  Ibu Kota Negara Republik Indonesia</p>
<p><strong>SIFAT</strong></p>
<p>Universal artinya : Thoriqoh memiliki sifat yang mendunia melampui  batas-batas wilayah dan negara karena tiap-tiap aliran Thoriqoh walaupun  diamalkan oleh tiap-tiap warga negara tetapi secara sanad masing-masing  masih berhubungan antara satu dengan yang lainnya.</p>
<p>Sifat menyeluruh artinya pelaksanaan ajaran Thoriqoh sekaligus  meliputi pelaksanaan Al Aqidah Al Syariah Al Muamalah dan Al Akhlaq yang  bertujuan untuk Wushul Ila Allah.</p>
<p>Tertib dan terbimbing setiap pengamal Thoriqoh harus didasarkan  kepada kitab-kitab yang muktabar dengan bimbingan para Mursyid.</p>
<p>Al Wushul Ila Allah, Thoriqoh adalah tidak semata-mata bentuk amalan  bacaan atau dzikir untuk mencari pahala tetapi Thoriqoh bertujuan  membentuk manusia seutuhnya, lahiriyah bathiniyah, yang bisa  mengembangkan dan merasa didengar dan dilihat oleh Allah, atas dirinya  sehingga dapat memiliki beberapa sifat Al Hauf, Ar Raja’, As Shidiq, Al  Mahabbah, Al Wara’, Az Zuhud, As Syukur As Shabar, Al Khaya’ dan Al  Khusyu’. Semuanya itu merupakan bagian dari syarat dalam mencapai  mardhotillah.</p>
<p>Amanah; Fathonah; Shidik dan Tabligh, sebagai cahaya pancaran dari  baginda nabi yang seharusnya mewarnai setiap anggota Thoriqoh, sehingga  dari sifat-sifat tersebut dapat melahirkan sifat handarbeni dan  menghargai segala pemberian hak individu dari lingkup yang kecil sampai  yang besar baik yang diberikan oleh Allah SWT maupun pemberian oleh  sebab manusia.</p>
<p><strong>TUJUAN ORGANISASI</strong></p>
<ul>
<li>Mengusahakan      berlakunya syari’at Islam dhohir batin dengan  berhaluan ahlussunah      wal-jamaah yang berpegang dari salah satu  madzhab empat.</li>
<li>Mempergiat      dan meningkatkan amal sholeh dhohir dan batin  menurut ajaran Ulama’      Sholihin dengan Bai’ah Shohihah.</li>
<li>mengadakan      dan menyelenggarkan pengajian khushushi /  tawaj-juhan      (majaalasatudzdzikri) dan nasril ulumunnafi’ah.</li>
</ul>
<p>STRUKTUR ORGANISASI</p>
<ul>
<li>Di tingkat      pusat dinamakan Idaroh Aliyyah Jam’iyyah Thariqah  Al-Mu’tabarah      An-Nahdliyyah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Di tingkat      propinsi dinamakan Idaroh Wustha Jam’iyyah Ahlith  Thariqah Al-Mu’tabarah      An-Nahdliyyah.</li>
</ul>
<ul>
<li>di tingkat      kabupaten/ kodya dinamakan Idaroh Syu’biyyah  Jam’iyyah Ahlith Thariqah      Al-Mu’tabarah An-Nahsliyyah</li>
</ul>
<ul>
<li>Di tingkat      kecamatan dinamakan Idaroh Ghusniyyah Jam’iyyah  Ahlith Thariqah      Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Di tingkat      desa dinamakan Idaroh Sa’afiyyah Jam’iyyah Ahlith  Thariqah Al-Mu’tabarah      An-Nahdliyyah.</li>
</ul>
<p><strong>HUBUNGAN KERJA SAMA</strong></p>
<ul>
<li>Hubungan      silaturrahim untuk memperkuat tali persaudaraan antar  Mursyid (Muqaddam)      Khalifah, Badal dan Muridin Muridah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mengadakan      pertemuan dan musyawarah kerja antar Idaroh dan para  Kholifah.</li>
</ul>
<p><strong>KEGIATAN POKOK</strong></p>
<ul>
<li>Menyiarkan      dan mempergiat ajaran Islam terutama mu’taqot islam  menurut faham      ahlussunah wal-jama’ah (al asy’ariyyah wal  ma’turidiyyah) dengan bijaksana.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mengembangkan      ma’rifat billah, dan mentarbiyyah (mendidik)  tercapainya akhlaqul karimah      kepada umat.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mempererat      dan memperkuat hubungan serta persatuan para Guru  Mursyid, Khalifah, dan      Muridin Muridat.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mengusahakan      tercapainya asy syariatul ghorro’ wath-thariqatil  baidlo’ yakni syariat      islam dan thariqah muttasil sanaduha  bir-rosulillahi SAW.</li>
</ul>
<ul>
<li>Meningkatkan      amar ma’ruf nahi munkar kepada ummat dengan cara  hikmah dan mau’idhoh      hasanah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mengadakan      bai’atan, sewelasan, pengajian triwulan, pengajian  bulanan, pengajian      rutin mingguan, pengajian rutin harian.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mengadakan      haul akbar / manaqib qubra satu tahun tiga kali,  tempatnya      berpindah-pindah.</li>
</ul>
<p>IDAROH/PENGURUS JATMN</p>
<p>IDAROH JAM’IYYAH AHLITH THARIQAH AL MU’TABARAH AN NAHDLYYAH (Masa  Khidmah 2005 – 2010)</p>
<p>I. Majlis Ifta’</p>
<p>II. Ifadliyyah</p>
<p>Rais Am : KH. Habib M. Luthfi Ali bin Yahya</p>
<p>Wakil Rais Am : KH. Abdul Wahab Hafidz, LAS</p>
<p>Rais Awwal : KH. Asep Burhanudin</p>
<p>Rais Tsani : KH. Tuan Guru Turmudzi A. Ghani</p>
<p>Rais Tsalist : KH. Mudlofar Fathurrahman</p>
<p>Rais Rabi’ : KH. Prof. DR. KH. Muhibuddin Wali</p>
<p>Rais Khomis : KH. Ulin Nuha Arwani, AH</p>
<p>Rais Sadis : KH. Habib Muhammad Assegaf</p>
<p>Rais Sabi’ : KH. Dimyati Romli</p>
<p>Katib Am : KH. M. Zaini Mawardi</p>
<p>Wakil Katib Am : KH. Sa’id Lafif Luthfil Hakim,S.Ag</p>
<p>Katib Awwal : KH. Lukmanul Hakim</p>
<p>Katib Tsani : KH. M. Munajad</p>
<p>Katib Tsalits : KH. Abdul Wahid Zuhdi</p>
<p>Katib Robi’ : KH. Ahmad Rodli</p>
<p>Katib Khomis : KH. Baihaqi Izzuddin</p>
<p>Kaitb Sadis : KH. Abdul Kadir Syukur, LML</p>
<p>Katib Sabi’ : KH. Anis Mansyur</p>
<p>III. Imdloiyyah</p>
<p>Mudir Am : Drs. KH. M. Chabib Thoha, MA.</p>
<p>Wakil Mudir Am : KH. Drs. Thoha Abdurrahman</p>
<p>Mudir Awwal : KH. Hasan Amirudin</p>
<p>Mudir Tsani : KH. Hasbullah Badawi</p>
<p>Mudir Tsalits : KH. Abdun Nafi’ Abdullah Salam</p>
<p>Mudir Robi’ : KH. Zaenuddin Maksum, LC</p>
<p>Mudir Khomis : KH. Abdullah Sajad</p>
<p>Mudir Sadis : KH. Tamim Romli</p>
<p>Mudir Sabi’ : KH. Haidar</p>
<p>Sekretaris Jendral : Drs. KH. Muhammad Masroni</p>
<p>Wakil Sekjen : KH. Said Lafif Luthfi Hakim</p>
<p>Sekretaris Awwal : KH. Drs.Abdul Fatah Yasran</p>
<p>Sekretaris Tsani : KH. Dr. Hamdan Rosjid, MA</p>
<p>Sekretaris Tsalits : KH. Muslih Abdurrohim</p>
<p>Sekretaris Robi’ : KH. Drs. Muhammad Adib Zaen</p>
<p>Sekretaris Khomis : KH. Drs. Mirza Hasbullah</p>
<p>Seretaris Sadis : KH. Ahmadi Busyro</p>
<p>Sekretaris Sabi’ : KH. Drs. Hamdani Mu’in, MAg.</p>
<p>Aminus Shunduq Am : Ir. H. Muhammad Bambang Irianto</p>
<p>Wakil Aminusshunduq : H. Jhoni Abdullah</p>
<p>Aminus Shunduq Awwal : KH. Noehan Afandi</p>
<p>Aminus Shunduq Tsani : H. Trisno Adi</p>
<p>Aminus Shunduq Tsalits : H. Muhammad Bunarso</p>
<p>Aminus Shunduq Robi’ : H. Mahfudz</p>
<p>Aminus Shunduq Khomis : H. Zaenal Musthofa</p>
<p>Aminus Shunduq Sadis : H. Yos Sutomo</p>
<p>Aminus Shunduq Sabi’ : H. Bambang</p>
<p>IV. Imdadiyah</p>
<p>TIM PENYUSUN IMDADIYAH IDAROH ALIYAH JAM’IYYAH AHLI AL THARIQAHAL  MU’TABARAH AN NAHDLIYYAH (Masa Khidmat 2005 – 2010)</p>
<p>A. LAJNAH MUSLIMAT THARIQAH</p>
<p>Koordinator : Syarifah Umi Salamah Luthfiy</p>
<p>Anggota : Hj. Chatijah</p>
<p>Anggota : Hj. Arifah</p>
<p>B. LAJNAH RABITHAH MA’AHID THARIQAH</p>
<p>Koordinator : KH. Hasyim Fatah</p>
<p>Anggota : KH. Nuril Anwar</p>
<p>Anggota : KH. Sholih Hudi Muhyidin</p>
<p>Anggota : Utz. Slamet Abdussalam</p>
<p>C. LAJNAH BAHTSUL MASAIL THARIQAH</p>
<p>Koordinator : KH. Zakariya Anshor</p>
<p>Anggota : KH. Zainal Arifin Maksum</p>
<p>Anggota : KH. Ahmad Sidiq</p>
<p>D. LAJNAH TA’LIF WAN NASER THARIQH</p>
<p>Koordinator : Ir. H. Nurhadi Syafi’i</p>
<p>Anggota : Drs. KH. Dian Nafi, M.Pd.</p>
<p>Anggota : KH. Ahmad Habib Syakir</p>
<p>Anggota : H. Mundir Halim</p>
<p>E. LAJNAH PEREKONOMIAN/IQTISHADIYAH THARIQAH</p>
<p>Koordinator : DR. KH. Muhammad Natsir, M.Si, Akt.</p>
<p>Anggota : KH. Habib Muhsin Al Atas</p>
<p>Anggota : Ir. H. Bagas b. Sunaryo</p>
<p>Anggota : Drs. H. Bahrudin Nahrowi</p>
<p>Anggota : H. Sunarto</p>
<p>F. LAJNAH HUBUNGAN LUAR NEGERI</p>
<p>Koordinator : Prof. KH. Sayid Aqil Husein Al Munawar, MA.</p>
<p>Anggota : Ir. Eng. Samson Nasaruddin.</p>
<p>Anggota : Prof. DR. H. Abdurrahman Mas’ud, MA.</p>
<p>Anggota : Drs. H. Abu Hapsin Umar, Ma, Ph.D</p>
<p>G. LAJNAH MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN SDM</p>
<p>Koordinator : Ir. H. Aman Subagyo Rahman, M.Sc.</p>
<p>Anggota : Drs. KH. Ahmad Djauhari, M.Pd.</p>
<p>Anggota : Drs. H. Syaiful Bahri</p>
<p><em>*Sekretaris JATMN PCI-NU Mesir 2006-2008</em></p>
<p><em>sumber:</em></p>
<p><em><a href="http://thoriqoh-indonesia.org/">http://thoriqoh-indonesia.org</a></em></p>
<p><em>http://thoriqoh-indonesia.blogspot.com</em></p>
<br /> Tagged: <a href='http://alfiananda.wordpress.com/tag/tarekat/'>TAREKAT</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfiananda.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfiananda.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfiananda.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfiananda.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfiananda.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfiananda.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfiananda.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfiananda.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfiananda.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfiananda.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfiananda.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfiananda.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfiananda.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfiananda.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=262&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfiananda.wordpress.com/2010/08/21/jamiyyah-ahlith-thoriqoh-al-mutabarah-an-nahdliyyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/168ae43c4ae0597d3d3a3897fbdd544f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfiananda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfiananda.files.wordpress.com/2010/07/logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lambang Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah</title>
		<link>http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/23/lambang-jam%e2%80%99iyyah-ahlith-thoriqoh-al-mu%e2%80%99tabarah-an-nahdliyyah/</link>
		<comments>http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/23/lambang-jam%e2%80%99iyyah-ahlith-thoriqoh-al-mu%e2%80%99tabarah-an-nahdliyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 07:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfiananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfiananda.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[[1] Susunan dan Bagian-bagian Lambang Jam&#8217;iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu&#8217;tabaroh An Nahdliyyah terdiri atas 4 susunan warna dan 7 bagian: 1. Susunan warna hijau 2. Susunan warna hitam 3. Susunan warna putih 4. Susunan warna biru Kemudian 7 bagian sebagai berikut: 1. Bintang sembilan 2. Tampar melingkar 3. Kitab ditumpuk berdiri 4. Ka&#8217;bah di tengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=265&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alfiananda.files.wordpress.com/2010/07/logo1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-266" title="logo" src="http://alfiananda.files.wordpress.com/2010/07/logo1.jpg?w=470" alt=""   /></a></p>
<div>[1] Susunan dan Bagian-bagian</div>
<p>Lambang  Jam&#8217;iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu&#8217;tabaroh An Nahdliyyah terdiri atas 4  susunan warna dan 7 bagian:</p>
<p>1. Susunan warna hijau<br />
2.  Susunan warna hitam<br />
3. Susunan warna putih<br />
4.  Susunan warna biru<br />
Kemudian 7 bagian sebagai berikut:<br />
1.  Bintang sembilan<br />
2. Tampar melingkar<br />
3. Kitab ditumpuk berdiri<br />
4.  Ka&#8217;bah di tengah berdiri tegak<br />
5. Kapal/ perahu besar.<br />
6. Lautan  bergelombang<br />
7. Tulisan Huruf arab</p>
<p>[2] Isi dan Bentuk Lambang  serta Warna<br />
Lambang Jam&#8217;iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu&#8217;tabaroh An  Nahdliyyah terdapat:<br />
1. Bintang sembilan di luar tampar dan terletak  di atas kapal, 5 buah dan yang atas sendiri paling besar, serta di bawah  kapal 4 buah, yang mana bintang sembilah tersebut berwarna putih<br />
2.  Tampar berwarna putih melingkar di dalam bintang sembilah dan diikat  wangsal dengan tidak erat.<br />
3. kitab sebanyak 45 buah ditumpuk berdiri  melingkari ka&#8217;bah dan berada di bawah tampar, kapal di atas dan  berwarna putih<br />
4. ka&#8217;bah berdiri tegak dan di tengah-tengah, serta  kelihatan pintunya, dan berwarna hitam di atas dasar putih.<br />
5.  Kapal/perahu besar berwarna hitam berada di atas lautan, yang di  tengahnya dituliskan &#8220;JAM&#8217;IYYAH AHLITH THARIQAH&#8221; dengan huruf arab  berwarna putih.<br />
6. Lautan bergelombang dan berwarna hitam-biru dan  berada di bawah kapal/perahu besar.<br />
7. Tulisan &#8220;AL MU&#8217;TABAROH AN  NAHDLIYYAH&#8221; dengan huruf arab berbentuk melengkung, berwarna putih di  atas dasar hijau dan berada di bawah lautan.</p>
<p>[3] Arti dan Warna dan  Bagian<br />
Di dalam lambang Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabaroh An  Nahdliyyah terdapat 4 warna:<br />
1. Warna hijau, warna hijau sebagai  dasar yang mempunyai arti hidup dan berkembang. Maksudnya: bahwa  Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah adalah hidup dan  berkembang dimana-mana daerah / kota maupun desa, untuk menuju ridlo  Allah Subhanahu Wata’ala.<br />
2. Warna hitam, warna hitam terdapat pada  kitab, ka’bah dan kapal/ perahu yang mempunyai arti: teguh, abadi dan  istiqomah. Maksudnya: bahwa pengikut-pengikut thariqah mu’tabarah  nahdliyyah selalu berusaha meningkatkan keteguhan iman dan islam,  mengabdikan amal sholeh dan pembangunan serta istiqomah ‘ala  tho’atil-Lah wa tho’atir rosul wa ‘ulilamri.<br />
3. Warna putih, warn  putih terdapat pada bintang 9 (sembilan), dasar ka’bah dan kitab serta  tulisan huruf arab yang mempunyai arti: bersih dan suci. Maksudnya:  bahwa pengikut-pengikut Thariqah Mu’tabarah An-Nahdliyyah selalu  meningkatkan kebersihan dhohir dan batin dari sifat madzmumat (tercela)  menuju kepada sifat mahmudat (terpuji), baik kepada Allah sebagai  kholiqnya atau kepada manusia sebagai sesama makhluknya.<br />
4. Warna  biru, warna biru hanya terdapat di dalam lautan, yang mempunyai arti  damai dan dalam. Maksudnya: bahwa pengikut-pengikut Thariqah Mu’tabarah  Nahdliyyah selalu melaksanakan dan meningkatkan serta menggalang  persatuan dan perdamaian, untuk mengamalkan Syariat Islamiyyah Ahli  Sunnah Wal Jama’ah dan Thariqiyyah menurut ajaran ‘Ulama Salafus  Shalihin secara berhati-hati dan bijaksana.</p>
<p>Kemudian di dalam  Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah terdapat 7 (tujuh)  bagian.<br />
1. Bintang sembilan, mempunyai arti sebagai berikut:<br />
2.  Bahwa Thoriqoh Mu’tabaroh Nahdliyyah di Indonesia ini, pertama-tama  dibawa/diajarkan oleh Walisongo (Wali 9).<br />
3. Bintang 5 (lima) buah di  atas melambangkan bahwa Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An  Nahdliyyah selalu berpegang dan mengamalkan ajaran Rosulullah serta  ajaran Khulafa’ur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) dan  melaksanakan Pancasila.<br />
4. Bintang 4 buah di bawah menunjukkan bahwa  Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah selalu berpegang  Al-Quran, Hadits, Ijma’ dan Qiyas serta berhaluan Ahlus Sunnah Wal  Jama’ah ‘Ala Ahadi Madzahibil Arba’ah (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan  Hambali) dan melaksanakan UUD ’45 (4, terdapat empat buah bintang  dibawah dan 5, terdapat lima buah bintang di atas).</p>
<p>5. Tampar  melingkar dan diikat wangsal dengan tidak erat, mempunyai arti sebgai  berikut:<br />
1. Bahwa Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah  An-Nahdliyyah selalu berpegang teguh pada Hablullah (agama Allah / agama  Islam)<br />
2. Bahwa jam’iyyah ahlith thariqah al-mu’tabarah  an-nahdliyyah selalu menggalang persatuan dan kesatuan yang kokoh dan  sentosa.<br />
3. Bahwa Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah  An-Nahdliyyah selalu terbuka untuk semua orang Islam Ahlus Sunnah Wal  Jamaah ‘Ala Ahadi Madzahibil Arba’ah, yang berminat.</p>
<p>6. Kitab  sebanyak 45 buah yang ditumpuk berdiri melingkari ka’bah mempunyai arti  sebagai berikut:<br />
1. Bahwa jumlah Thariqah Mu’tabarah Nahdliyyah  sebanyak 45 macam (berbeda namanya tetapi sama tujuannya).<br />
2.  Penganut-penganut Thariqah Mu’tabarah Nahdliyyah selalu taat dan  melaksanakan hukum-hukum Allah SWT dan Rasul-Nya dan peraturan-peraturan  pemerintah Republik Indonesia, selama tidak bertentangan dengan Syariat  Islam.<br />
3. Tokoh-tokoh Thariqah Mu’tabarah Nahdliyyah secara ikhlash  dan gigih banyak yang ikut memperjuangkan kemerdekaan republik Indonesia  tahun 1945.</p>
<p>7. Ka’bah berdiri tegak di tengah-tengah, mempunyai arti  sebagai berikut:<br />
1. Ke-Tauhidan, maksudnya: peserta Thariqah  Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah selalu ma’rifat atas ke-Esaan Allah  Subhanahu Wata’ala.<br />
2. Keabadian, maksudnya: peserta Thariqah  Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah tidak akan goyah iman, islam dan ihsannya  karena suatu hal.<br />
3. Istiqomah, maksudnya: peserta Thariqah  Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah selalu melaksanakan amal sholeh di mana saja  berada dan pada waktu kapan saja.</p>
<p>8. Kapal/ perahu besar mempunyai  arti sebagai berikut:<br />
1. Syari’at Islam, maksudnya bahwa Thariqah  Mu’tabaroh Nahdliyyah tidak dapat dipisahkan dengna Syari’at Islam dan  bangsa Indonesia yang terbesar memeluk agama Islam.<br />
2. Sebagai alat  untuk menuju keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat<br />
3.  Bercita-cita besar dan tinggi serta mulia untuk mohon Ridlo Allah.</p>
<p>9.  Lautan bergelombang, mempunyai arti sebagai berikut:<br />
1. Ilmu  thoriqoh lebih dalam daripada ilmu syari’at.<br />
2. Ilmu thoriqoh adalah  salah satu jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan  untuk perdamaian bangsa.<br />
3. Amalan thoriqoh adalah amalan yang sangat  terpuji baik bagi Allah SWT. maupun bagi manusia.</p>
<p>10. Tulisan huruf  arab yang berbunyi “JAM’IYYAH AHLITH THORIQOH AL MU’TABAROH AN  NAHDLIYYAH” bermaksud sebagai berikut:<br />
1. Bahwa Thoriqah Mu’tabaroh  Nahdliyyah ini adalah organisasi Islam yang menjadi salah satu niven  Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ (keputusan muktamar NU ke-26 di Semarang pada  bulan Rojab 1399 H. bertepatan dengan bulan Juli 1979 M.) yang  dikukuhkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan surat keputusan  nomor: 13/Syur.PB/V/1980 tertanggal 21 Robi’ul Akhir 1400 H. bertepatan  dengan tanggal 6 Mei 1980 M.<br />
2. bahwa Thoriqoh Mu’tabaroh Nahdliyyah  ini sambung menyambung sampai kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau  dari malaikat Jibril AS. Malaikan Jibril dari Allah ‘Azza wa Jalla.<br />
3.  Bahwa Jam’iyyah ini selalu bergerak dan melaksanakan pembangunan  fisik/material dan mental/spiritual.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfiananda.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfiananda.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfiananda.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfiananda.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfiananda.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfiananda.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfiananda.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfiananda.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfiananda.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfiananda.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfiananda.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfiananda.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfiananda.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfiananda.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=265&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/23/lambang-jam%e2%80%99iyyah-ahlith-thoriqoh-al-mu%e2%80%99tabarah-an-nahdliyyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/168ae43c4ae0597d3d3a3897fbdd544f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfiananda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alfiananda.files.wordpress.com/2010/07/logo1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thariqah Al-Mu&#8217;tabarah dari Waktu ke Waktu</title>
		<link>http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/17/thariqah-al-mutabarah-dari-waktu-ke-waktu/</link>
		<comments>http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/17/thariqah-al-mutabarah-dari-waktu-ke-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 12:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfiananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alfiananda.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Pekalongan, NU Online Jika di andaikan sebuah rumah, maka Thariqat adalah pondasi paling bawah yang menjadi dasar bangunan besar Nahdlatul ulama. Kemudian pesantren, di lapis kedua, Nahdlatul ulama di lapis ketiga dan PKB mungkin di lapis paling atas dari struktur bangunan organisasi kemasyarakatan NU. &#8220;Karena masuknya Islam ke bumi Nusantara, diawali dengan masuknya thariqat, jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=229&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pekalongan, <strong><em>NU Online</em></strong><br />
Jika di andaikan sebuah rumah, maka Thariqat adalah pondasi paling bawah yang menjadi dasar bangunan besar Nahdlatul ulama. Kemudian pesantren, di lapis kedua, Nahdlatul ulama di lapis ketiga dan PKB mungkin di lapis paling atas dari struktur bangunan organisasi kemasyarakatan NU. &#8220;Karena masuknya Islam ke bumi Nusantara, diawali dengan masuknya thariqat, jadi thariqat adalah peletak dasar bangunan NU. Kekuatan inilah yang menjadikan NU mengakar di tengah-tengah jama&#8217;ah dan jamiyyahnya,&#8221; demikian diungkapkan Ro&#8217;is A&#8217;am Jam&#8217;iyyah Ahli Thariqah Al-Mu&#8217;Tabarah An Nahdliyah, KH. Habib Luthfiy Ali bin Yahya kepada NU Online di sela-sela Muktamar X badan otonom NU ini di Pekalongan, Selasa, (29/3) lalu.</p>
<p>Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa agama Islam di berbagai belahan dunia berkembang berkat jasa para ulama yang kemudian dikenal sebagai Wali Allah, seperti di India, Afrika Utara dan Afrika Selatan bahkan di Indonesia. Di Aceh terkenal dengan serambi Mekkah, suatu gelar yang diberikan untuk menggambarkan betapa pesatnya kemajuan Ilmu-ilmu Islam di daerah itu, seperti Syekh Nuruddin Ar Raniri, Syekh Abdurrauf Singkly, Syekh Syamsuddin Sumatrani, dan masih banyak lagi; sebagai orang-orang yang sangat berjasa dalam pengembangan Islam di sana. Demikian pula di Jawa, terkenal dengan Walisongonya sebagai ulama yang berjasa dalam pengembangan Islam. Dan masih banyak lagi yang dapat disebutkan hanya untuk menjelaskan bahwa ulama-ulama tasawuflah yang banyak jasa dan pengorbanannya dalam pengembangan Islam di dunia. Karena dimanapun tempat mereka berada, walaupun berbeda adat dan budaya maupun bahasa mereka berbaur dengan masyarakat dengan hati dan jiwa suci sehingga dengan mudahlah ajaran Allah dan RasulNya difahami.</p>
<p>&#8220;Jadi sufisme atau dalam Islam diberi nama tasawuf , bertujuan untuk memperoleh hubungan langsung dengan Tuhan. Intisari sufisme, adalah kesadaran akan adanya komunikasi rohaniah antara manusia dengan Tuhan lewat jalan kontemplasi. Jalan kontemplasi tersebut, dalam dunia tasawuf dikenal dengan istilah tarekat,&#8221; urai habib yang memiliki puluhan ribu jama&#8217;aah ini.</p>
<p>Tarekat, lanjutnya secara harfiah berarti jalan atau cara untuk mencapai tingkatan-tingkatan (maqamat) untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Tarekat sebagai sebuah jalan, dalam dunia tasawuf, banyak muncul pada abad ke-6 dan ke-7 Hijriyah, yaitu ketika tasawuf menempati posisi penting dalam kehidupan umat Islam. Dalam perkembangan selanjutnya, tarekat menjadi semacam organisasi yang kegiatannya tidak hanya terbatas pada wirid, zikir, tetapi pada masalah-masalah yang bersifat duniawi.</p>
<p>Dalam tasawuf, jumlah tarekat sangat banyak, tetapi kaum sufi mengelompokkan tarekat menjadi dua jenis, yaitu tarekat mu&#8217;tabar (thariqah yang mutashil (tersambung) sanadnya kepada Nabi Muhammad SAW), dan tarekat ghairu mu&#8217;tabar (thoriqoh yang munfashil (tidak tersambung) sanadnya kepada Nabi Muhammad. Untuk menghindari penyimpangan sufisme dari garis lurus yang diletakkan para sufi terdahulu, maka NU meletakkan dasar-dasar tasawuf sesuai dengan khittah ahlissunnah waljamaah. Dalam hal ini, NU membina keselarasan tasawuf Al-Ghazali dengan tauhid Asy&#8217;ariyyah dan Maturidiyyah, serta hukum fikih sesuai dengan salah satu dari empat mazhab sunni<span id="more-229"></span>Dalam kerangka inilah, Jam&#8217;iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu&#8217;tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) dibentuk, yaitu untuk memberikan sebuah rambu-rambu kepada masyarakat tentang tarekat yang mu&#8217;tabar dan ghairu mu&#8217;tabar. Dari segi organisasi, Jatman secara de facto berdiri pada bulan Rajab 1399 H, bertepatan dengan Juni 1979 M. Tetapi, sebelum terbentuk Jatman, bibit organisasi tersebut telah lahir, yaitu Jam&#8217;iyyah Thariqah Al-Mu&#8217;tabarah. Kelahiran Jam&#8217;iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu&#8217;tabarah An-Nahdliyyah tidak dapat dilepaskan dari Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-26 di Semarang. Tetapi, apabila dilihat dari segi ilmu dan amaliahnya, maka tarekat sudah ada sejak Nabi Muhammad SAW diutus untuk membawa agama Islam ke muka bumi. Nabi Muhammad menerima baiat dari malaikat Jibril, dan Jibril menerima dari Allah SWT.</p>
<p>Lebih jauh di jelaskan Habib Luthfi, sebelum terbentuk Jatman, ulama-ulama Indonesia yang berpaham Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan aktif di dunia tarekat telah membentuk organisasi tarekat, dengan nama Jam&#8217;iyyah Thariqah Al Mutabarah. Pembentukan organisasi ini sebagai wadah untuk menetapkan tarekat-tarekat yang mu&#8217;tabar dan ghairu mu&#8217;tabar, sehingga umat Islam tidak terjebak dan salah dalam mengamalkan tarekat. Pembentukan organisasi ini sebagai langkah untuk menghindari gesekan atau perpecahan di tingkat grass root, akibat sikap fanatik yang berlebih-lebihan terhadap tarekat yang dianutnya. Hal ini dikarenakan kecenderungan pengikut suatu ajaran tarekat, dalam melakukan klaim kebenaran ajaran tarekat yang diikutinya.</p>
<p>Jam&#8217;iyyah Thariqah AI Mu&#8217;tabarah didirikan oleh beberapa tokoh NU, antara lain KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, Dr KH ldham Chalid, KH Masykur serta KH Muslih. Dengan tujuan awal untuk mengusahakan berlakunya syar&#8217;iat Islam dhahir-batin dengan berhaluan ahlussunnah wal jamaah yang berpegang salah satu dari mazhab empat, mempergiat dan meningkatkan amal saleh dhahir-batin menurut ajaran ulama saleh dengan baiah shohihah; serta mengadakan dan menyelenggarakan pengajian khususi/ tawajujuhan (majalasatudzzikri dan nasril ulumunafi&#8217;ah).</p>
<p>Jam&#8217;iyyah Thariqah Al Mu&#8217;tabarah pertama kali melakukan muktamar pada tanggal 20 Rajab 1377 atau bertepatan dengan 10 Oktober 1957 di Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang. Muktamar pertama diprakarsai oleh beberapa ulama dari Magelang dan sekitarnya, seperti KH Chudlori, KH Dalhar, KH Siradj, serta KH Hamid Kajoran. Pada muktamar pertama mengamanatkan kepada KH Muslih Abdurrahman dari Mranggen, Demak, sebagai rais aam. Pada muktamar pertama</p>
<p>Dalam muktamar ini belum diputuskan tentang anggaran dasar (AD) dan  anggaran rumah tangga (ART), karena organisasi ini masih bersifat  sebagai <em>halaqah </em>antara kiai-kiai yang mengamalkan tarekat. Sifat  Jamiyyah Thariqah AI Mu&#8217;tabarah, sebagai sebuah <em>halaqah </em>masih  tetap dipertahankan sampai Muktamar ke-5 yang berlangsung di Madiun,  Jawa Timur, pada tanggal 24-27 Rajab 1395 atau bertepatan dengan 2-5  Agustus 1975.</p>
<p><strong>Gesekan Politik</strong><br />
<strong> </strong>Dari muktamar ke muktamar, KH Muslih Abdurrahman mendapat  kepercayaan untuk memimpin Jam&#8217;iyyah Thariqat Al Mu&#8217;tabarah selama empat  periode. Setelah itu, pada muktamar kelima yang diselenggarakan di  Madiun, mengamanatkan kepada KH Musta&#8217;in Romly sebagai rais aam dan KH  Anwar sebagai sekretaris aam. Di dalam periode ini, mulai muncul  gesekan-gesekan dalam organisasi ini. Gesekan ini diakibatkan oleh  adanya upaya depolitisasi yang dilakukan oleh Orde Baru, yaitu untuk  menjinakkan organisasi massa. Orde Baru dengan mesin politiknya -Golkar-  berusaha dengan sekuat tenaga agar jam&#8217;iyyah NU beserta neven-neven-nya  dapat masuk ke sistem Orde Baru, sehingga NU yang pada waktu itu  sebagai partai politik di paksa fusi ke Partai Persatuan Pembangunan  (PPP).<br />
Dari persoalan itulah, maka sesepuh tarekat yang diprakarsai oleh KH  Muslih Abdul Rahman, KH Turaichan Adjhuri serta KH Adan Ali mengajukan  usul kepada sidang pleno syuriyah PBNU pada waktu Muktamar NU ke-26 di  Semarang tahun 1979, agar Jam&#8217;iyyah Thariqah tetap satu langkah, satu <em>ittihad</em>,  dan tetap satu posisi dengan <em>ahlus sunnah wal jamaah</em>.</p>
<p>Seiring bergulirnya waktu dan dinamika organisasi, pada Muktamar NU  ke-26 di Semarang tahun 1979, secara tegas label &#8220;An-Nahdliyyah&#8221;  dimasukkan ke dalam nama organisasi Jam&#8217;iyyah Thariqat AI-Mu&#8217;tabarah,  hingga nama organisasi tarekat berdasarkan salah satu keputusan Muktamar  NU ke-26 adalah Jam&#8217;iyyah Ahlith Thariqah Al Mu&#8217;tabarah An- Nahdliyyah  atau biasa disingkat dengan Jatman.</p>
<p>Berdasarkan salah satu hasil keputusan Muktamar NU ke-26 tersebut, maka  penambahan &#8220;An-Nahdliyyah&#8221; pada Jam&#8217;iyyah Thariqah Al-Mu&#8217;tabarah secara  resmi dilakukan. Hal ini sebagimana tertuang dalarn Surat Keputusan  Pengurus Besar Syuriyah NU Nomor 137/ Syur.PB/V/ 1980.<br />
Dalam kondisi masyarakat yang majemuk (plural), di mana sebuah ideologi  terkadang menjadi momok di dalam menjalin hubungan antar sesama,  terlebih bagi mereka yang berseberangan ideologi, maka sikap sektarian  akan merugikan kelompok itu sendiri.</p>
<p>Demikian juga, untuk organisasi tarekat, apabila diperhatikan,  organisasi tarekat yang berpaham <em>ahlus sunnah waljamaah </em>(aswaja)  antara tahun 1957 &#8211; 1975 M, adalah organisasi yang merdeka, dalam arti  tidak terkotak dalam sebuah <em>frame </em>organisasi.</p>
<p>Tetapi setelah tahun 1979, ketika organisasi tarekat berpaham <em>ahlussunnah  wal jamaah </em>tersebut mencantumkan label &#8220;An Nahdiyyah&#8221;, maka secara  tidak sengaja telah membatasi diri pada sebuah ikatan ideologi  organisasi, yaitu ideologi organisasi Nahdlatul Ulama (NU). (29)</p>
<p>nu.or.id</p>
<p>indosufinews.blogspot.com</p>
<br /> Tagged: <a href='http://alfiananda.wordpress.com/tag/nu/'>NU</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alfiananda.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alfiananda.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alfiananda.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alfiananda.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alfiananda.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alfiananda.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alfiananda.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alfiananda.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alfiananda.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alfiananda.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alfiananda.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alfiananda.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alfiananda.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alfiananda.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alfiananda.wordpress.com&amp;blog=11543912&amp;post=229&amp;subd=alfiananda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/17/thariqah-al-mutabarah-dari-waktu-ke-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/168ae43c4ae0597d3d3a3897fbdd544f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfiananda</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
