Skip to content

Alfiananda's Blog

Just another WordPress.com weblog

“Aku belajar keyakinan yang tulus dari seseorang pemangkas rambut”kenang Junaid dan ia pun mengisahkan cerita berikut ini

Suatu kali, saat aku ada di Makkah, seorang pemangkas rambut tengah mencukur rambut seorang lelaki terhormat.Aku berkata padanya “Demi Allah, dapatkah engkau memangkas rambutku?”

“Ya, tentu saja,” katanya sambil bercucuran air mata , ia tidak menyelesaikan pekerjaannya terhadap lelaki terhormat itu.

“Berdirilah,” katanya.”saat nama Allah diucapkan yang lain harus menunggu.”

Ia pun menundukkanku, mencium kepalakudan mencukur rambutku.Lalu ia memberikanku sebuah bungkusan kertas yang berisi sebuah bungkusan kecil.

“Belanjakanlah uang ini untuk keperluanmu,”katanya

Akupun berketetapan hatiuntuk memberikan padanya hadiah pertama yang kuterima.Tidak beberapa lama, aku dihadiahisekantong emas dari Basrah.Aku membawa emas itu ke si tukang cukur.

“Apa ini?” tanyanya. Aku menjelaska,”Aku telah berketetapan hati,bahwa hadiah pertama yang aku terima, akan aku berikan kepadamu. Aku baru saja mendapatkan ini.”

( CAHAYA SUFI SEPTEMBER 2007 Anecdote)

Tags: ,

%d bloggers like this: