Skip to content

Alfiananda's Blog

Just another WordPress.com weblog

Tercatat bahwa Iman bagian dari tingkatan Islam yang tercatat dan diakui seluruh kaum muslimin dan muslimat. karena dalam menjalankan seluruh aktivitas yang bersifat Agamis pastilah dilandasi dan didasari Iman yang mengecap, menempel dan tertancap didalam hati.Yang mungkin berbeda tergantung kadar dari setiap muslim tersebut. Maka dari itu bisa dikatakan  setiap yang ber-Iman pastilah muslim.

Perkataan iman yang berarti ‘membenarkan’ itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: “Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman.” Iman itu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul. Iman itu ada dua Iman Hak dan Iman Batil.
Rukun Iman (pilar keyakinan) ini adalah menurut aliran Islam Sunni terdiri dari:
Iman kepada Allah
Patuh dan taat kepada Ajaran Allah dan Hukum-hukumNya
Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
Mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta
Iman kepada Kitab-kitab Allah
Melaksanakan ajaran Allah dalam kitab-kitabNya secara hanif. Salah satu kitab Allah adalah Al-Qur’an
Al-Qur’an memuat tiga kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab-kitab Zabur, Taurat, dan Injil
Iman kepada Rasul-rasul Allah
Mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menjalankan kebenaran yang disertai kesabaran
Iman kepada hari Kiamat
Paham bahwa setiap perbuatan akan ada pembalasan
Iman kepada Qada dan Qadar
Paham pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta

Definisi Iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka orang – orang beriman adalah mereka yang didalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. atau juga pandangan dan sikap hidup.

Para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman ini, antara lain, seperti diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Talib: “Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota.” Aisyah r.a. berkata: “Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota.” Imam al-Ghazali menguraikan makna iman: “Pengakuan dengan lidah (lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-rukun (anggota-anggota).”

“iman yang sempurna” yang dapat diraih orang melalui keberalingan kepada Allah untuk setiap perbuatan, berjuang meraih rida dan persahabatan Allah dan menunjukkan kesempurnaan akhlak dalam semua keadaan. Maksud lainnya adalah membuat jelas bahwa tak sesuatu pun menghalangi manusia dari meraih kesempurnaan akhlak yang diperlihatkan para nabi, dengan syarat ia takut dan hormat tidak kepada siapa pun selain Allah dan tulus berjuang demi tujuanNya. Di atas segalanya

Mengecap manisnya Iman dengan ketergantungan hanya kepada Allah SWT dapat dilakukan dengan merasa Hina, Lemah,Fakir dan tak berdaya yang disandarkan pada ke Maha-SempurnaanNYA. Setidaknya Orang yang ber-Iman pastilah masuk surga.

Wikipedia

harunyahya.net

Tags:

%d bloggers like this: