Skip to content

Alfiananda's Blog

Just another WordPress.com weblog

Manusia memiliki musuh bebuyutan yang namanya syetan. Ketika syetan diusir dari neraka mereka sudah memproklamirkan diri akan ajak-ajak manusia agar mengikutinya ke jalan neraka. Seyogyanya, seorang hamba bersungguh-sungguh menolak bisikan dan godaan syetan di dalam dirinya. Karena Allah SWT sudah mengingatkan melalui firmanNya:

Innassyaithoona lakum ‘aduwwun, fattakhidzuuhu ‘aduwwan

Sesungguhnya syetan adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah syetan itu sebagai musuh.

Ingatlah, bahwa syetan akan terus menerus mencari teman ke neraka. Syetan menggoda manusia melalui kemaksiatan yang dihiasi dengan berbagi kesenangan dan kenikmatan yang bisa menjerumuskan kebanyakan manusia. Oleh karena itu kita harus mengerti dan jangan jadi orang-orang yang bodoh. Sebab orang bodoh gampang dikibuli syetan.

Tanda-tanda orang bodoh itu ada empat.

Pertama, suka marah-marah yang tidak jelas sebabnya.

Kedua, suka nuruti kemauan nafsu yang bathil.

Ketiga, menafkahkan hartanya dengan cara yang tidak dibenarkan syara’, suka menghambur-hamburkan harta yang tidak jelas manfaatnya, apalagi digunakan untuk maksiat.

Keempat, tidak sadar kalau musuh yang sebenarnya adalah syetan.

Oleh karena itu hendaknya kita sebagai orang yang berakal menyadari dengan benar bahwa syetan itu musuh kita. Mari kita mengikuti kebenaran dan jangan mengikuti musuh kita. Tengoklah hati kita. Bukankah ternyata lebih sering mengikuti bisikan dan perintah syetan daripada mengikuti perintah Allah?

Sebagian ahli hikmah mengatakan:

“ketahuilah bahwa syetan itu mendatangi manusia melalui sepuluh pintu”.

Kesepuluh pintu yang dimasuki syetan itu adalah:
syetan akan masuk melalui pintu suudzon (berburuk sangka)
syetan akam masuk melalui pintu panjang angan-angan
syetan akan masuk melalui pintu memperoleh nikmat
syetan akan masuk melalui pintu ‘ujub (membanggakan diri)
syetan akan masuk melalui pintu meremehkan orang lain
syetan akan masuk melalui pintu hasud
syetan akan masuk melalui pintu riya’ (ingin dipuji orang)
syetan akan masuk melalui pintu bakhil (kikir)
syetan akan masul melalui pintu sombong
syetan akan masuk melalui pintu tamak (serakah).

Kalau syetan berhasil mendekati kita, maka syetan akan berusaha masuk di hati kita. Nah, kalau ia sudah berhasil masuk, maka ia akan bersembunyi di hati kita.

Oleh karena itu jangan biarkan ia bersembunyi. Usirlah dia! Caranya dengan memperbanyak dzikir (ingat) kepada Allah SWT.

Sebab, kalau hati kita sudah dikuasai syetan maka ia telah berhasil menjadikan kita temannya. Berarti kita telah menjadikan syetan sebagai pemimpin bagi hati kita. Na’udzubillah.

Ingatlah peringatan Allah dalam Al Qur’an:

“Hai anak adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syetan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu (Nabi Adam dan Ibu Hawa) dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihatmu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman” (QS. Al A’raaf:27)

Gangguan tingkat pertama adalah hipnotis. Dalam ilmu hipnotis, seseorang yang terpengaruh ilmu tersebut akan hilang kesadaran eksistensi pikirnya (brainware). Dalam keadaan “on the way” itu seorang yang dalam kondisi terpengaruh akan menuruti saja kemauan si hipnoter (orang yang menghipnotis). Kemudian apa saja yang dimaui akan dituruti. Tidak ubahnya orang yang dihipnotis itu mirip sebuah robot yang dipgram dengan eksekusi program tertentu.

Tentu saja syaraf kesadarannya tidak berfungsi sama sekali. Yang ada hanyalah kesadaran buatan yang dibikin oleh penghipnotis. Keadaan ini bisa bertahan lama atau sebentar tergantung dari daya dukung dan daya tahan korban.

Banyak kasus terjadi ilmu hipnotis ini dibuat untuk kejahatan. Padahal tidak jarang pula para dokter ahli dalam bidang hipnotis berguna untuk mempengaruhi pasiennya. Biasanya, korban yang dihipnotis dalam kejatahan adalah memerintahkan agar menyerahkan barang-barang berharga seperti uang dan perhiasan. Setelah berhasil harta terkuras biasanya sadar dan sungguh kaget harta miliknya hilang seketika.

Gangguan tingkat kedua adalah Sihir/santet. Santet itu sendiri merupakan ilmu hitam (black magic) yang biasanya diarahkan untuk menyerang seseorang. Yang diserang bukan akal pikiranya tetapi badannya (hardware). Badan kasar ini akan rusak seketika atau berangsur-angsur karena pengaruh dari santet atau sihir yang dikirimkannya.

Biasanya berbagai macam benda sebagai sarana untuk menyerang si korban. Ada yang berbentuk benda tajam, rambut atau segala macam benda yang kasar. Benda-benda ini kemudian dimasukkan secara gaib ke dalam tubuh manusia. Tentu saja kerusakan hardware itu menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada seseorang.

Anehnya, jika ilmu kedokteran tidak mampu mendeteksi penyakit itu, namun si korban merasakan sakit yang luar biasa. Hal ini dikarenakan sesuatu yang mempengaruhi sakitnya adalah dari sisi unseen (yang tidak terlihat). Tentu saja sarananya adalah bisa menggunakan makhluk jin atau semacamnya.

Tidak jarang orang yang terkena santet itu sakit hingga meninggal dunia. Itu semua tergantung dari kekuatan santet/sihir dan kekuatan si korban. Ada yang tidak mempan ada yang pengaruhnya sebentar ada pula yang langsung koit (meninggal).

Orang yan terkena sihir ini bisa orang yang tinggi rohaninya atau orang yang biasa-biasa saja. Rasulullah saw, pernah terkena tenung, semacam santet/sihir dari orang yang membencinya. Rasa sakit yang dilihat oleh para sahabat terhadap diri Rasulullah saw itu badan yang panas namun fikiran Rasululullah saw tidak apa-apa alias tidak terpengaruh. Kemudian dengan membaca surat mua’wwidatain, pengaruh sihir itu hilang. Silahkan baca asbabun nuzul surat mu’awwidatain.

Gangguan tingkat ketiga adalah syetan. Pengaruh dari gangguan setan sebenarnya lebih dahsyat karena yang diserang adalah software atau perangkat lunak dari manusia itu sendiri: Hati, dan keimanan.  Kedua obyek ini menjadi sasaran tembak yang paling empuk dari syetan. Namun sayangnya, sedikit manusia menyadari serangan syetan itu. Mungkin karena kehebatan ilmu syetan itu, sehingga godaan syetan itu sendiri tidak terlintas dalam dirinya.

Orang yang sudah tergoda oleh syetan biasanya adalah pengaruh dari jiwanya yang memancar ke depan. Syetan tidak suka kepada hal-hal yang berbau pahala. Perasaan malas beribadah, suka menghina, pamer, riya, takabbur, ujub dan sebagainya merupakan dampak dari rusaknya pertahanan dalam diri seseorang.

Ibarata software yang sudah terkena virus, dipastikan ia sudah terjangkiti virus itu. Selanjutnya orang yang sudah terkena virus itu akan mempengaruhi orang-orang sekitarnya. Mirip sebuah komputer yang sudah terkena virus maka komputer lain yang pernah berhubungan dengan komputer yang penuh virus itu akan ikut terjangkiti. Istilahnya nular. Mirip seperti penyakit menular.

Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah untuk melawan godaan syetan.

buntetpesantren.org

dll

%d bloggers like this: